Kalo gue gak dapet keringanan, gue pinjem duit lo ya Nat.Kurang ajar emang lo.—
Aku berdiri di depan ruangan dosen pembimbingku. Bokep STW Selangkangan diobral gitu kaya barang jualan.Aku terdiam dengan muka memerah. Di satu sisi, aku senang karena aku tidak perlu mengerjakan skripsi. Beliau termasuk ke dalam jajaran dosen senior yang dihormati oleh civitas kampus. aku meracau ketika aku merasa benar-benar keenakan dengan tangan lihai Pak Darmawan. Pak Darmawan menaruh dua gelas sirup di hadapan kami.Terima kasih Pak.Demi kesopanan, aku meneguk minumanku sedikit, lalu menaruh gelasnya kembali di meja.Jadi bagaimana Pak tentang topik saya?Sebenarnya begini, nak Tania. Bagas kembali bersuara. celoteh Gilang.Beres, nanti kita ajarin ini lonte bareng-bareng.Aku bergidik ngeri. Hah?Ampun Pak, ampun. Vaginaku tidak berhenti berkedut saat mendengar kalimat-kalimat melecehkan yang tertuju padaku. Dasar sialan.Bagaimana? Mau?Bilang aja mau, udah. Nak Tania mau?Mendengar kata-kata itu, kepalaku pusing.




















