Sekarang Mia sudah berada diatas saya, sambil jongkok Mia menurun naikkan tubuhnya untuk memompa.Mia semakin gencar memompanya sehingga saya kewalahan dibuatnya. Film Porno “Cukup kalau dikampung, saya masih sanggup menambahi kekurangannya..” sombongnya.Karena kesal mendengarnya, saya memberikan uang yang diminta dan tidak saya kasih lebih sepeserpun karena keangkuhannya.“Nich.. Cplokk..”. Croott.. Nanti yaa.. Saya merasakan kemaluan saya mulai tegang, saya coba untuk menggerakkan pinggul saya agar dapat melampiasknya lagi.Mia terbangun dengan gerakkan itu, Mia merebahkan diri kesisi saya dan meminta saya untuk naik keatas agar minindihnya. “Terus gimana dong..?!” manjanya lagi.“Ya.. Terruuss..” pintaku sambil menekan dari bawah. “Apaa..? “Kamu selama ini tidur siang cuma pura-pura yaa..?!” selidikku.“Ach.. Benci sama ibu.. Saya mendekatkan bibirnya sambil mengulumnya dan Mia memelukku dengan eratnya sambil berbisik.“Capee.. Hmm.. 2000.000,- untuk menggugurkan..” pintanya. Isteriku keluar kamar dan menghampiri si Mia, dibawanya Mia masuk kamar. “Mia lagi ada masalah dengan Bapak..” katanya lagi. Kalau mau keluar bialang yaa..” pintanya.Beberapa menit kemudian saya merasakan peju ini sudah berada dibatang kemaluan, saya




















