Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Bokep SMA Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Kata Erik, aku sangat cantik dengan baju itu, “Kamu cocok sekali dengan warna putih, sangat matching dengan warna kulitmu.. Kenapa katamu?! Mukaku terasa panas. pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. “..Erik? Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. “Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Ya kan, setan cilik?”
Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku
















