Ah ! Ini pasien terakhir. Bokep Tante Bibirnya manis rasanya . Aku tak bisa jelas mendengar percakapannya. dan menjulang.Sejenal aku menenangkan diri. kamu kan ditunggu suami kamu”
“Masih ada waktu kok …” katanya mulai menciumi wajahku. Di saat tangannya ke belakang ini, buah dadanya tampak makin menonjol. Putting kirinyapun sudah tegang . Dan .. Syeni membuka blousenya sendiri hingga jatuh ke lantai. Aku sadar kembali. Bukan karena dadanya yang tetap menonjol walaupun dia berbaring, tapi seharusnya dia memakai baju yang ada kancing ditengahnya, biar aku gampang memeriksa. udah baikan”
“Udah Dok. Entar jadi lagi”
“Jangan khawatir, Syeni pakai IUD kok” Inilah jawaban yang kuinginkan. Aku tak tahan lagi, persetan dengan sumpah, kode etik dll. Ah engga, bisa-bisa aku dituduh pelecehan seksual. Syeni rupanya tahu kebingunganku. Bukan main.




















