“Maafkan aku…”
“Dia masih tinggal di sini? Lewat mental calculation pula aku menaksir umurnya lebih tua 7 tahun dari aku. Bokep Asia Aku berpikir si Kelvin ini kelihatannya punya hati yang baik.Aku masuk ke kamar ganti yang besar dan mencoba lagi baju itu sebelum benar-benar kubeli. “Enggak ada! aku kan mesti kerja.”
“Sebentar saja, satu jam. Aku serius!” Akhirnya aku benar-benar menghentikan gerakannya, karena detik berikutnya aku tampar kepalanya. Pokoknya beres, katanya.Setiba di rumahnya, Kelvin menyuguhkan cognac. “Eks-ku belum pindah keluar dari sini… dia bisa mencak-mencak kalau mencium parfummu.”
“Hah!” aku serasa baru ditampar, mungkin balasan tamparanku tadi di kamar ganti. Kelvin bukan Kelvin namanya kalau dia menyerah, aku sudah tahu taktiknya, bila lunch ditolak, dia minta dinner, bila besok ditolak, dia minta lusa. Enggak ada yang liat aku masuk.” Dia menyeringai, lalu berbisik tak kalah pelannya. Thanks ya”, aku tersenyum manis sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya menunggu. Hmm, tapi kok masih single ya?




















