Akhirnya Jeby memilih si Diah. Asyiknya aku gampang sekali jatuh cinta (hahaha…).“Ayo… teman-teman, ikut aing… aing udah booking kamar yg cukup untuk 20 orang,” seru si Peter.Terpaksa deh aku mengalihkan perhatian aku dari belasan wanita di cafetaria tersebut. Bokeb Akhirnya aku bertanya ke Diah,“Aing ngantuk nich, cari hotel saja ya?” Jawabannya sangat mengagetkan,“Siapa takut… tapi aku nggak mau berdua… maunya ente semua ikut.”Saat itu yg timbul di benak aku adalah dia tak mau bersenggama, jadi cuma tidur ramai-ramai. Terlihat bagus dan tanpa kerutan.Saat itu Hendi telah berbaring di sebelah Diah, terlihat dia meraba punggung dan pundak Diah yg masih tertutup kaos. Tatapan si Diah ini begitu liar dan menantang. Aku berpikir, kalau roomboy-nya datang ketahuan tak ya? Rok pendeknya tak sanggup menyembunyikan celana dlmnya yg berwarna putih, kontras dengan roknya yg hitam.Aku memperhatikan tangan Peter mengelus pahanya. Aku berpikir, kalau roomboy-nya datang ketahuan tak ya?




















