Kenapa? “Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Bokep Rusia “Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” “Eriik!! Erik melakukan gerakan menghentak itu secara teratur, dan tiba-tiba aku merasakan getaran yang sangat hebat dalam diriku, aku merasakan ‘liang’ku
menyempit karena otot-otot di tubuhku menjadi tegang. Aku pun merasa ketakutan. Tubuhku masih bergetar. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya.“Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek.




















