Seolah mimpi, aku merasa “itong”-ku seperti lagi keenakan. Film Porno Dan, Ya Tuhan, Mbak Aufa sudah melepas CD nya. lembut.. kamu jail banget siicchh… oohh…” rintihnya.“Masukin aja, yg… jangan siksa aku, pleeaassee…” rengeknya.Mendengar dia merintih dan merengek, aku makin bertafsu. Perlahan kubuka mata.. Memeknya makin memerah dan makin becek. Biasanya bareng teman sekantor aku berkaraoke untuk melepaskan beban. Maklum, lama sekali tidak jumpa.Hari Jumat minggu berikutnya aku ditelepon Mas Aris untuk memastikan bahwa aku jadi menginap di rumahnya. Iseng-iseng kucabut penisku dari liang surganya, dan tampaklah lubang itu menganga kemerahan.. Mau tidak mau posisiku bergeser dan berhadapan dengan Mbak Aufa. mmhh…” desah Mbak Aufa manja menggairahkan.Akupun terkulai diatas tubuh moleknya dengan nafas satu dua. Mas Aris bekerja di salah satu perusahaan minyak asing, dan saat itu dia kasih tau kalau minggu depan ditugaskan perusahaannya ke tengah laut, mengantar logistik sekaligus membantu perbaikan salah satu peralatan rig yg rusak.Dan dia memintaku untuk menemani keluarganya kalau aku tidak keberatan.




















