Rasa nikmat menjalari tubuhnya kian dalam, tangannya pun meraih kepala Nakim yg sedang terbenam didadanya. Remasanku di dada montok istriku pun lbh jelas terlihat. Bokep Arab Matanya melirik sebentar kepadaku.Kubalas lirikannya dgn satu kedipan mata.Kulihat istriku pelan meminum teh manis buatan Nakim yg masih agak panas. Andaikata ada, mungkin itu adalah tatapan Nakim yg agak tajam saat menangkap belahan dada istriku yg kadang tak sengaja terlihat saat membungkuk.Sering kutangkap moment itu yg kemudian membuatku akhirnya bertanya pada istriku. Sambil memberi selimut, kukedipkan mata kepada istriku sambil beranjak keluar.“aku ke kamar mandi duluan ya,ma”,suaraku agak lantang mengiringi langkahku menuju pintu kamar. Menurut istriku, Nakim cukup lama membelai dada dan memainkan puting istriku yg menonjol di kaos ketatnya.Istriku bercerita dgn nada lucu, sehingga aku jadi ikutan tertawa.“nah,kamu nakal yah”,godaku pada istri.“habis anaknya ngegregetin”,sahut istriku mencibir.“huuu, demen yah”,kataku sambil mencubit dagu istriku.“kaya ga cemburu aja kamunya”,jwb istriku cepat.“tergantung..”,ucapku sambil menatap wajah istriku.“tergantung apaan?”,tanya istriku.“tergantung kamu ngapain”,sahutku nyengir.“alaaa,nanti kamu ngambek”,goda istriku.“emang kamu mau ngapain?”,tanyaku.Istriku tertawa




















