Tanganku sempat tersambet pisau dan membuat luka gores sepanjang 10 cm, namun aku berhasil merebut pisau nya dan kupatahkan pergelangan tangannya, sementara yang muka sangar ku pukul sehingga terlihat bibir nya meneteskan darah.Sebenarnya aku sudah kelelahan tapi aku mencoba tetap tenang dengan menggertak mereka dengan pisau yang kurebut sambil berdoa dalam hati, kami terdiam sesaat lalu mereka perlahan-lahan mundur, dan membalikkan badan dan kabur.Aku segera masuk mobil dan kusuruh Salsa segera tancap gas dengan wajah masih terlihat tegang dia segera menjalankan mobil dan keluar dari parkiran, Salsa berkata kepadaku,“Ihh tangan kamu berdarah tuh kamu nggak apa-apa?” Salsa membantu mengobati lukaku dengan peralatan P3K yang ada dimobilku.“Feri, kamu nggak apa-apa? Bokep Indo Live harus diterima loh kalo nggak aku ngga mau temanan sama kamu lagi nih” sambung Salsa setengah memaksa.“Iya deh aku terima aja biar kalian puas” katanya lagi.“Oke sekarang kamu tutup mata kamu, soalnya ini surprise loh” katanya lagi.“Wah apasih pake rahasia segala, ya udah aku merem nih” kataku.Aku bersandar di kasur




















