Sayapun menarik nafas dalam-dalam dan mencari secercah keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya, saat aku masuk dan pura-pura memeriksa lokerku juga, ia menoleh ke arahku sehingga kami saling bertemu pandang, sekali lagi nyaliku ciut karena wajahnya yang tampan itu. Tennis Blitz East Club, adalah nama klub tennis di kompleks rumahku di kota Makassar. Bokep Mama “Apa yang ketinggalan?”
“E.. Yah.. Ada yang ketinggalan.” Segera kubuka lokerku, kagetnya aku ternyata lokerku kosong, rupanya aku memang tidak pernah menaruh barang di situ. Gile! Nah ini dia.” Kami berhenti di rumah yang pagarnya berwarna biru, lalu saya mengucapkan terima kasih sebelum Kak Jefri pergi.Sehabis membersihkan diri, malam itu saya jadi kepikiran Kak Jefri yang tampan itu, yang gagah itu, yang hot itu. Entah kenapa tiba-tiba dia dihadapkan denganku, pelatih mencoba membuat uji tanding ganda putra, dan saya kebetulan bertandng dengannya. “Dik! Wow! “Alex mau dong.” Pintaku sambil menatap sekali lagi wajah pangeranku yang tampan itu. Karena keenakan ngomong jadinya kelepasan kalo saya sering main di warnet




















