Dan tanpa sadar aku mencium pipinya, dia melihatku dengan mata sayu lalu tiba tiba Jenni membalas dengan kecupan di bibir. aahh.. Vidio Bokep “iya nih, gue ngejar deadline 2 hari dan boss langsung nyuruh ke training ini” katanya. Namun di balik itu, sebuah kebiasaan, yang entah ini sudah kebablasan, aku masih suka iseng. Lalu entah bagaimana ceritanya aku sudah memeluknya.“An, jangan nangis, entar orang orang pada dengar” Bukannya mereda, tangisnya malah makin keras. jangan buat gue tersiksa.. Wuahh.. Dan pada saat yang sama aku juga mencapai orgasme.,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Wah, seperti keinginan gue nih, pikirku dalam hati.Dan seperti kehilangan kontrol akupun membalas menghisap bibir mungil yang harum dan merekah itu. Usai sesi yang melelahkan sore itu, kami kembali ke kamar masing masing.Aku antar dia sampai pintu kamarnya dan janjian ngobrol lagi sambil makan malam.“Hmm..elo kok nggak bawa jaket Jen?” kataku ketika dia kulihat agak meringkuk kedinginan di meja makan. tapi itu kan gak menyelesaikan?”
“Biar puas aja..” Tiba tiba dia menangis.Wah gawat nih, pikirku.




















