Meski mungkin dengan cara yang tidak patut. Film Porno Mereka sangat baik padaku.Kang Eman pun menyuruh kedua anaknya itu terbuktigilku Bunda, sementara Kang Eman sendiri dipanggil Ayah oleh kedua anaknya itu. “Dan bangunnya harus subuh…sebelum orang-orang pada bangun.”
“Iya, tiap hari juga saya bangun gak pernah lebih dari jam setengah lima pagi.”
“Ya udah…mendingan kita tidur yok…” kataku sambil menarik pergelangan tangan anak tiriku, mengajaknya berbaring di sisiku.Ia tampak senang sekali mengikuti ajakanku. Jangan-jangan dirinya menggunakan obat-obatan terlarang alias apa pun itu. “Taulah…soalnya sejak saat itu kamu suka bermurung-murung dan jarang bicara.”
“Iya Bunda…tebakan Bunda benar…”
“Nah…sekarang bunda mau diapain kalau sudah begini ?” tanyaku sambil menciumi pipinya. Tapi aku berusaha untuk menindas perasaan kesepianku dengan mencari kegiatan di rumah. Sebab ia tetap perkasa serta mampu memberiku kepuasan.Hanya saja ia tidak jarang ke luar kota, sebab pola bisnisnya jauh tidak sama dengan pola bisnis Yadi. “Kunciin dulu pintunya Pri…” kataku sambil menunjuk ke pintu kamarku yang tertutup, tapi kelihatan belum dikunci. Dan…mulailah tanganku beraksi, mengocok




















