Saya mengendus kemaluan Efi dan baunya sangat tajam.“Uh, mambu pesing.” Saya berkata dengan agak jijik. Vidio XNXX “Ugh, ibu kentut,” kata Efi tetapi Ayu hanya bisa mengeluarkan suara seperti seseorang yang sedang dicekik lehernya.Hanya sekali itu saja saya pernah menyetubuhi Efi. “Alangkah lemaknyoo..!” saya berteriak dalam hati. Dia diam saja.Setelah beberapa menit, saya berguling kesamping dan merebahkan diri disamping Efi. Sebentar kemudian Ayu datang membawa satu baskom air dan satu handuk kecil.Dia pun mulai mencuci kemaluan Efi dengan handuk kecil itu dan saya perhatikan kemaluan Efi mulai memerah karena digosok-gosok Ayu dengan handuk tadi. Saya menarik penis saya keluar dari lobang kemaluan Efi. Saya masih ingat bagaimana dia berusaha menarik-narik atau mengupas kulup saya sampai terasa sakit, lalu dia akan mengobatinya dengan mengemutnya dengan lembut sampai sakitnya hilang.Setelah itu dia seperti memperolah permainan baru dengan mempermainkan lidahnya disekeliling leher penis saya sampai saya merasa begitu kegelian dan kadang- kadang sampai saya tidak kuat menahannya dan mani saya tumpah dan muncrat ke








