”
Lalu aku menudingnya, “Ciecie ini namanya siapa?”Dengan gaya bak peragawati, dia membetulkan posisi nametag-nya yang miring sehingga dapat jelas kubaca, “M-a-r-l-e-n-a.. Meski terlalu kecil untuk bersaing dengan Liem Sioe Liong atau Prajogo Pangestu, tapi kami masih cukup punya namalah di Jakarta. Link Bokep aku kan pengin liat.. Aku perhatikan kamarnya sangat rapi, mirip seperti kamarnya Ci Sian. aku pertama kali ngerasain yang namanya ‘ngentot’ bukan sama mereka ini loh.. Kalo aku maling, habis sudah isi rumah ini..)“Ini kontrakan Ciecie..” katanya sambil menunjuk ke ruangan dalam, “Ciecie tinggal berempat di sini.”
“Yang lainnya kalo ngga kerja ya kuliah..” katanya saat aku bertanya mana yang lain.Ia membuka kamarnya dan menyilakan aku masuk sementara ia ke ruangan lain mungkin mengambil minuman. “Duit segitu itu separuh uang kuliah Ciecie satu semester, tau nggak?!”
Adduuh Ciecie ini gimana sii.. Ia pasti melihat tatapan protesku, tapi ia nampak berpikir keras. Cie Lena memelukku sekali lagi.. Tapi bagusnya, uang sakuku jadi bertambah. Tapi aku kan udah bilang Cie Sian mau




















