Kami tertawa geli, sampai-sampai Sava memegang perutnya. Lenguhan halus terdengar dari bibirnya. Bokep Twitter Oouughh terpampang jelas vagina yang tembab dengan sedikit bulu berbentuk segitiga di hadapanku. Aku langsung berjingkrang kegirangan, melompat kesana kemari. Mataku terpejam merasakan kehangatan yang begitu lembut ini.*****
“Qora sayaaaaaaaaang,” entah darimana datangnya, Sava begitulah aku memanggilnya, sudah mendekap tubuhku erat dari belakang. Hingga mampu menyeret bibir kami berdua untuk saling bertemu.Lembut, harum dan rasa-rasa yang gak mampu lagi aku terjemahkan ke dalam kosa kata yang ada di dunia ini, untuk menggambarkan apa yang saat ini aku rasakan. kamu seperti gak asing buat aku.”Aku tersenyum getir, hatiku terasa teraduk-aduk oleh berbagai macam perasaan, “aku bukan siapa-siapa kok.”“Kamu dari tadi memperhatikan aku kan dari luar toko, gak tau kenapa perasaanku sangat sesak melihat kamu menatapku seperti ini,” dahi Sava mengkerut, menyiratkan berbagai macam pertanyaan.Aku menggeleng lalu melangkah mundur, menjauhi Sava yang masih memandangku dengan penuh tanya. Selain itu dia juga disodorkan kontrak di sebuah majalah ternama.




















