Menggenakan ‘kostum sexynya’ seperti saat aku memandangnya pertama kali itu.Blus merah itu lho.. Ha.. Bokep Cina Ugh,” kalimat yang pasti akan keluar dari mulut Marissa sambil meronta-ronta.“Wallah.. saja yang terdengar di kamarku.“Oh Chachaku sayang.. Kulihat Marissa masih belum sadar.. Naik ke lantai 14 masuk ke apartemanku 1404. “Bentar.. Bentaarr..” lalu aku buka lakbannya. Marissa yang mandiri ini memang hidup jauh dari Ayahnya di Surabaya. Ha.. Hemm langsung aku pindahkan ke dalam sebuah koper besar yang sudah kusiapkan dibagasi.Lalu meluncurlah Kudaku menuju apartemant. Lepaskan aku.. Kamu ini lucu sekali.. Mana mungkin aku lepasin kamu ha.. Baik-baik ya kamu di sini.. Naik ke lantai 14 masuk ke apartemanku 1404. Haah..” Marissa mengambil nafas. Belum lagi pakaiannya yang tertutup tapi terbuka. Lepasin dong..”
“Kamu bohong.. Kalau enggak aku lakban lagi mulutmu!!” ancamku seraya bersiap-siap merobek lakban.. Lepasin dong..”
“Kamu bohong.. Bentaarr..” lalu aku buka lakbannya. Kamu diam dulu.. Kalau enggak aku lakban lagi mulutmu!!” ancamku seraya bersiap-siap merobek lakban.. Dan dia menolaknya cukup halus namun terlalu




















