Aku berdiri di samping tempat tidur. Aku memberanikan diri memohon. Bokep Korea suasana sudah berubah total. Tanganku dipegang dan dituntun ke garis di tengah tenpiknya. Tanpa disuruh aku ikut mengupas bawang, memetik sayur dan menyiapkan bumbu yang tadi kubeli. Lidanya pun kadang kusedot. Kulihat dapur berantakan. Sepertinya hari ini sudah berubah jadi naga raksasa. Kuuuuunnnnn. Karena tiap pagi dan sore, mengepel tubuhnya, aku bisa melihat dari dekat seperti apa tubuh wanita dewasa itu. Kudorong pelan-pelan kerah lubang Mbak Narsih yang putih kemerahan itu. Enak di sana ya? Tiap hari, pagi dan sore aku mengolesi luka-lukanya. Aku di Jogja, Mas Pras kerja di Semarang. Tolong sabunilah biar hilang baunya. Tapi kok enaaak sekali? Aku lupa diri. Sambil bilang begitu dia mengangkat pantatnya dan melolos roknya lepas. Pengin-nya aku mau lama-lama, tapi aku malu. Pelan, pelan. Keliatannya usahaku berpengaruh. Aku malu sekali. Jadi biarlah semuanya dilayani oleh suaminya.




















