Akhirnya setelah beberapa menit, selangkangan Mama dan batang kontolku sudah licin karena lendir Mama. Pada mulanya aku menolak, berhubung akhir minggu aku ada kencan dengan pacarku. Bokep Crot Kulit leher Mama begitu halus di mulutku. Mama, di lain pihak, adalah perempuan yang senang merawat diri. Di antara perasaan kecewaku, ada perasaan Bahagia dan puas juga, Lalu akupun tertidur.Keesokan harinya, sarapan pagi dengan kedua orangtuaku menjadi canggung. Rangkulan Mamapun juga makin erat. Mama menatapku dan bertanya,
“Gimana?”
“Koko sih setuju aja bila tidak harus menyakiti orang lain. Suara selangkangan kami yang beradu begitu cepatnya dank eras memenuhi kamar tidurku. Kutumpahkan maniku di dalam rahim Mama. Malam ini akan terlihat apakah Mama akan meneruskan ritual itu, karena sesuai pesanan pak dukun, kami harus melakukannya tiga kali dalam sebulan. Perasaanku berbunga-bunga dan perlahan burungku mulai mengeras. Dan bila ini terus terjadi, kita terpaksa harus menjual hampir seluruh harta kita.”
“Apa?” aku berkata dengan memasang muka sedih, kecewa, kaget dan lain-lain.




















