Kami berdua bermandikan darah. Setiap saat aku bugil. Bokep Jepang Aku melihat pintu yang terbuka. Aku membiarkan seseorang melukai tubuhku! Tapi tidak lama kemudian Pak Jun menghentikannya.“Udah… stop dulu, kalian tahan dulu diri kalian sampai hari eksekusi Mita nanti… “ lerai pak Jun. Dapat kurasakan aroma rokok dan alkohol dari mulutnya.“Manis banget…. A-apa-apaaan ini!? Kenapa ya… mungkin itu memang takdir kamu” jawabnya santai lalu pergi dari ruangan ini.Aku kembali menangis tersedu-sedu. Sambil mendoktrin ataupun saat menayangkan rekaman video penjagalan itu, dia terus merangsangku dengan menggerepe-gerepe tubuhku. Tapi tampaknya mereka tidak bisa menemukan keberadaanku. Tapi pak Jun mengatakan belum pernah ada yang secantik diriku, dan selama ini tidak ada yang rela pasrah dibunuh. Itu wanita yang aku lihat tadi!! Aku harus pasrah aja diapain sama mereka.“Nmghh… nngghhhh… Uhh..ngmmmhhh..” Akhirnya aku hanya bisa melenguh-lenguh gak jelas.Teman-teman pak Jun yang berjumlah 4 orang itu kemudian mendekatiku.




















