Kutarik lepas celananya, Dian tersentak dan merapatkan kakinya. Pandangan matanya sungguh cantik. Bokeb “Mas, aku takut gelap” Jeritnya. Oiya, aku laper, sekalian aku bikinin mi instan ya?” Tanyaku “Aku bantuin deh, mas” Katanya. Dian memang seorang kembang, Bukan hanya karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya, tapi juga karena kecerdasannya. Besar resikonya kalau “makan” anak tetangga sendiri, hehehe.Segera kuambilkan handuk, kaos, celana training dan jaket dan kuberikan padanya. Ketakutannya membuat Dian tidak peduli dan terus memelukku. Sempat terlintas pikiran nakal yang membangunkan hasratku. Boleh kan?” Jawabnya. “Kenapa, Dian? Kalau perlu mandi aja sekalian di kamar mandi depan ya. Dian mendorongku pelan, dan berbisik “mas, bener kan mau bertanggungjawab?” “Ya, sayang” Jawabku. Pikiran nakal dan bayangan tubuh indah yang sedang mandi di kamar mandi depan terus membayangi otakku. Dian terus saja mendorongku dan ia semakin panik ketika tidak sengaja ia menyentuh selangkanganku. Tapi nafsuku sudah di ubun2. Kubuka zipper jaket yang dikenakannya, dan menyingkap kaos yang menutupi dadanya.




















