Aku pun meanggilnya Bu ne. Tangannya sebelah diinfus. Bokep Family Apa kamu tidakmengerti jangan diulangi lagi, Mengerti!” bentak ibu. Saat aku melepaskan perahu dari tambatannya di bawah kolong rumah kami dan meyorongnya ke aliran air yang agak dalam. Kni giliranku menghenjut-henjutnya dari bawah. Kata mereka namanya oksigen. Nampaknya dia senang. Aku mengisap-isap perlahan teteknya. “Kita tidak bawa kondom. Tidak dibawa ke rumah sakit, karen ketiadaan uang. Ibu menjaganya di rumah. Aku mengerti maksudnya. Aku juga. Pedagang ikan mulai berdatangan. “Sebentar, biar Mas betulin jaring dulu. Dia ibu kita,” kataku mengandung penyesalan. “Kita tidur-tiduran lagi ya, Mas?” kata Suti. Saat kuraba, memek ibu sudah basah dengan air kental. Tubuhnya masih padat dan bulukemaluannya sangat tipis membuat belahan memeknya jelas terlihat. Jangan kena gigi ibu, sakit,” kataku. Sutinah duduk di sisiku dan memegang kontolku. Sekembali SUtinah, aku suruh dia menelentang di lantai berlasakan tikar. Dia letih sekali. “Kenapa?”
“Kalau tidak, nanti di dalam perut anakmu sakit,” kata ibu.




















