Itu namanya kamu egois.Kamu bisa puas, tapi kalau Tante terangsang, gimana ?” Benar juga kata Tante. Kembali aku kecewa. Bokep Ojol Lumayan buat kata pembukaan. Nah, di antara tumpukan buku, aku menemukan selembar majalah bergambar, namanya Popular.Rupanya penemuan majalah inilah merupakan titik awalku belajar mandiri tentang wanita. Tante juga. Geli, geliii sekali.Stop Tante, jangan sampai keluar. Memang kesempatannya baru lihat paha. Sadar aku sekarang ada di kasur lagi, beberapa detik yang lalu aku masih melayang-layang.Aku tercenung. Wah, sudah lama sekali aku tak menyentuhnya.Tante sedikit kaget, lalu berbalik membalas pelukanku. Tapi lebih padat dari Si Ani yang 17 tahun, lebih manis dari Si Yuli yang sepantaranku, lebih indah dari Si Rika yang seumurku.Yang masih mengganjal, wanita itu Tanteku, isteri Oom Ton. Entah itu posisi berhubungan, atau acara “pembukaan”, tambahan ronde, dan lain-lain yang membuat aku merasa “lain”.Pernah sekali waktu ketika aku pulang sekolah, ia sudah siap di dipanku memakai selimutku sebatas dada dan tak memakai apa-apa lagi di balik selimut itu.




















