“Wuiiihh band kamu cool juga yah Yan,” Lala memuji. Bokep Montok Yan, sorry yaa.. Setelah sekian lama nafas Lala mulai teratur aku mulai peloroti celana capri tipisnya. “Nah… emang kamu nggak ada yang jemput La?” tanyaku ke Lala. Benar juga dugaanku payudara yang mulus dan putih bersihnya memang menonjol sekali ke depan, putingnya yang merah itu seperti bibir yang lagi manyun. keduluan ditelphone deh, ada apa La kangen yah ama Iyan?” aku ngomong sekenanya ke Lala. please…”
“Duuaaarrr” seperti disambar kereta Argo Wilis deh dengar Lala minta tolong aku seperti itu. “Iya yuk, Lala sendiri juga lagi laper nih Yan, ke ‘TP’ saja yuk (salah satu plaza di kota ‘S’-ku ),” Lala terima tawaranku.Setelah taruh dari Estillo di pelataran parkir di top building aku dan Lala masuk di salah satu restoran untuk makan siang. “Lala nih Yan… Lala yang kemaren malem di ‘B’, inget?”
“Oh iyaaa…!




















