“Diet kenapa diam?” tanya Ananda membuyarkan lamunanku. Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. Bokep Hot Aku hanya tersenyum mendengar Dina mengatakan itu. Dan kebetulan aku bersama teman-temanku bermain musik akustik di cafe itu setiap 3 kali seminggu. “Semua itu benar adanya, apalagi dengan kamu memberikan sebuah lagu romantis buat diriku saat malam tadi” dengan lembut Ananda mengatakan itu. Yang di perkenalkan cuman tersenyum manis aja. “Aku nggak pernah membayangkan kalau aku bisa sedekat ini dengan dirimu” jelasku setelah bisa menguasai keadaan. “Sudah malam nih, ntar Papa dan Mama kamu gelisah menunggumu” terangku lagi. Malam itu Ananda mengenakan gaun warna hitam yang membuat penampilannya sangat berbeda dengan saat dia ada di kampus. “Aku juga selalu berhayal tentang dirimu” jelasnya lagi. Ketika selesai acara, aku pamit kepada teman-teman band, kalau aku ingin menemui Ananda dan kedua orang tuanya. “Dan dia ini Diet, mahasiswa pindahan dari Jakarta yang mengikuti orangtuanya karena pindah tugas” Jelas Dina kepadaku.




















