Nanti saya siapkan air hangat”, tanya Vera sambil menggenggam tanganku erat.Dari sorotan matanya sangat terlihat bahwa wanita ini benar-benar membutuhkan seorang laki-laki untuk memuaskan kebutuhan biologisnya.“Hmm.. Asyik banget.. Bokep Arab Besar juga ya..” jeritnya.Ia benar-benar bertingkah bagaikan perek murahan, namun justru itu yang kusuka. Keadaan kini ternyata jauh di luar dugaanku. Dengan malu-malu Vera mengiyakan ajakanku.Kami kemudian makan di sebuah restauran makanan laut di dekat kompleks. Namun tidak jadi karena pembantuku ternyata sudah tidur.Aku segera datang kembali ke rumah Vera. Setelah itu aku duduk di ruang tamu menunggu Vera muncul. Paling 34 A, iya kan? Ia membuka dan melempar bra orange itu kepadaku. “Jangan cuma dipegang dong Mas, remas.. Sialnya, hal itu disebabkan seperti kata pepatah di atas:”Rumput tetangga selalu lebih hijau”.Aku mempunyai tetangga baru, sepasang suami isteri dengan satu anak yang masih bayi. Vera begitu bahagia, dan aku sendiri merasa puas dan lega. Kalau begitu tak ada masalah, saya mau telpon ke rumah, supaya pembantu saya tidak kebingungan”.




















