Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Bokep japan Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Gila. Aku kini mulai bingung. Astaga. Aku sudah terbiasa seperti ini. Dia terpelanting. Polos sekali. Dia punya usaha untuk hidup. Akibatnya sebuah mobil berwarna putih yang hilang kendali menabrak anak laki-laki itu. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Dia menjual, bukan mengemis. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Kisah-kisah miris semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Aku serius soal ini. Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu.




















