Karena uang, harga diri saya lupakan, dan saya jadi bahan pelampiasan nafsu laki-laki.Tiap kali ada orang menggencet saya, menjamah saya, memasuki badan saya… sebenarnya saya ingat jalan ini tidak benar, tapi badan saya terus minta lebih. Bokeb Saya tetap mencari penghidupan dengan menari untuk orang-orang di Pasar. Kamu ikutin aja kataku, nanti kubayar kamu, ya?”Lantai atas toko beras itu rumah Juragan. Saya barusan serahkan keperawanan saya ke Juragan… ditukar uang kontrakan tiga bulan. Saya sampai njerit!“AaaaAAAA!! Dia muncrat di dalam memek saya. Saya jadi nggak tahu lagi apa saya masih terus melakukannya hanya karena duit. Besar sekali buat saya. “…saya boleh pinjam uang, Juragan? Dada saya gonjang-ganjing. Kenapa ndak dari dulu saja, ya?Terlintas pikiran seperti itu dalam kepala saya. Nggak susah kok, cuma bibir ketemu bibir.”“Eh… kalau cium bibir saya belum pernah, Juragan… paling-paling cium pipi, cium tangan…”“Ya udah, nggak apa-apa!




















