“Ehmm bu.. Bokep Montok Terikat di lorong sempit dengan tubuh berdempetan berhadapan dengan lelaki lain membuat Kirana risih bukan kepalang, apalagi si lelaki hanya mengenakan kaos dalam dan celana kolor. Aris dan enam nasabah dilantai dua tak berkutik ditodong senjata, mulit mereka ditempel lakban, sementara para nasabah di lantai dasar juga sudah sepi tak berani bersuara. ahssss,” Kirana berusaha menjejak kaki ke lantai agar tuuhnya terdorong ke atas dan penis itu lepas dari vaginanya, tapi keadaan tak berubah, ikatan lakban mengancing bagian pinggang mereka membuat Kirana tak mungkin menaikkan tubuhnya. Maaf pakaian saya tadi dilucuti rampok. Saat itu penisnya sudah bisa masuk utuh ke vagina Kirana, tangannya menekan dan meremasi pantan Kirana membuat Kirana semakin mendesis. Kirana kembali memusatkan pikirannya pada upaya melepaskan lakban. sekarang abang diam ya.. semuanya diam, jangan membuat tindakan ceroboh atau kepala kalian akan pecah,” teriak seorang lelaki yang memimpin. bu.., tangan saya sudah lepas.. ini dalam perampokan..,” Kirana berbisik balik ke Fredo saat merasakan sesuatu benda




















