Aku hanya bisa bilang maaf berulang kali. Bokep Barat Hari aku menceritakan kasusku, adalah hari dimana Putri sama sekali tidak memperdulikanku. Aku menurunkan celanaku. Ga usah sampe “kesana” deh. Aku pun tersenyum dan menjawab “Makasi ya sayang. Tapi itu bukan urusanku. “
Jari tengahku menerobos masuk ke liang vaginanya. Makanya ketika dia tahu aku bertengkar dengan Wulan, dia langsung bertanya “Kau apain dia?” dengan gaya khas anak bataknya. Janji (janji? Jadi dimata dia, aku sama brengseknya dengan mantan co nya). Kutanggalkan celana Putri, kulepaskan celana dalamnya sehingga liang kenikmatan yang sudah basah itu terpampang di hadapanku. Gila ya put, pikirku dalam hati. Minus malah di bagian depan. Desisan desisan nafsu ini semakin membangkitkan gairahku. Dalam artian lain, sebenarnya aku sudah di zona selamat karena berhasil mengalihkan pembicaraan kasus ku ke mesumku. Aku celingak- celinguk liat keadaan, dan langsung menghambur ke depan memeluk putri seraya berkata “Makasih ya put”.




















