Aku bergegas menghampirinya dengan membawa handuk untuk menyeka tubuhnya.“Bapak belum pulang?” tanyanya padaku.“Belum, Mas.”“Ibu.. Meski aku tetap bertanya dalam sesalku, “Mungkinkah Mas Iky akan sanggup menikahiku yang hanya seorang pembantu rumah tangga?”Sekitar pukul 19.30 malam, barulah rumah ini tak berbeda dengan waktu-waktu kemarin. Video bokep Pantas saja jika Ibu Sandi berkata begitu terhadapku.Namun akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, yakni tentang perlakuan anak majikanku Mas Iky terhadapku. Keringat ada di sana-sini sementara pakaian kami terlihat berserakan dimana-mana. Namun aku sudah tidak ingin lagi dan pula aku tidak pantas untuk berada di rumah itu lagi, rumah tempat tinggal pemuda bernama Iky itu. Tetapi karena niatku untuk bekerja memang sudah tidak bisa ditahan lagi, akhirnya aku pergi ke kota jakarta, dan beruntung bisa memperoleh majikan yang baik dan bisa memperhatikan kesejahteraanku.Ibu Sandi pernah berkata kepadaku bahwa beliau menerimaku menjadi pembantu rumahtangga dirumahnya lantaran usiaku yang relatif masih muda.




















