Tapi aku tetap mengawal kesopanan.Pengalaman ini yang mendebarkan jantungku, betapapun dan siapapun bu Shirley, dia dapat menggetarkan dadaku. Bokep Ojol Kini akupun melulu pakai cede saja.“Kamu ganteng banget, jok, tinggi badanmu berapa, ya?”, bisiknya. Bagian-bagian warna pink tersebut aku belai-belai dengan jemariku. Seandainya Melisa laksana ibunya: tenang pembawaannya, keibuan dan sarat perhatian, baik juga. Dalam situasi begini, jelas aku sulit tidur. Tapi sekitar perjalanan waktu telah berubah dimana ayah Melisa yang wakil rakyat meninggal dunia.Jadi Sekarang Ibunya yang mengurus seluruh perusahaan yang dikendalaikan ayah Melisa. Tangankupun mulai meraba-raba tubuh sintal bu Shirley, diapun tidak kalah meraba-raba punggungku dan bahkan menyusup dibalik kaosku. Aku tak kuasa berkeputusan, dalam situasi seperti ini aku semakin bergemetaran, antara menghindar dan hasrat yang menggebu-gebu. Part time begitu. “Gimana bila saya istirahat di sini saja, Bu”, pintaku lirih.




















