Matanya masih tetap terpejam. Bokep Cina Tidak kuduga, ternyata taksinya lama sekali datangnya, kami ngobrol-ngobrol lama juga. Lalu aku menciumi bibirnya lagi sambil pelan-pelan merebahkannya di atas ranjang. Aku terdiam sebentar. Lama banget sich..Akhirnya sampai juga, setelah mengantarkan Mitha dan Rikha, saya dan Mas Mahen pulang. Sambil pura-pura mengamati kamarnya, aku lalu menutup pintu agar dia tidak curiga, aku langsung bertanya padanya,“Kamu suka tinggal di sini?”. Tidak kuduga, ternyata taksinya lama sekali datangnya, kami ngobrol-ngobrol lama juga. Ya sudah, aku ikut saja, siapa tahu diajak makan juga, berhubung perutku mulai lapar nich. Mas Mahen baru pertama kali itu bersenggama, sedangkan Mitha sepertinya sudah berkali-kali, soalnya kata Mas Mahen, Mitha sudah tidak perawan lagi.Mas Mahen juga bilang, “Kata Mitha tuh si Rikha masih perawan, dianya agak menyesal juga pacaran sama Mitha, bukan sama Rikha yang masih perawan”.Aku sempat ngobrol juga sama Rikha, yang sepertinya cuma bersandar saja di pinggiran.










