Silahkan makan dan minum sepuasnya sambil nonton film kesukaan kita.”
Lalu berbareng kami mulai mengambil makanan yang tersedia di situ. “Dan mereka minta jatahnya daripada melaporkan perbuatan kita ke polisi.”
Mendengar kata ‘polisi’ aku semakin takut dan pilih diam menikmati pemerkosaan rame-rame itu. Bokep STW Berapapun aku bayar!” katanya memaksaku sambil meremas-reMas tetekku dan berusaha membuka kancing bajuku. nggak mau.” protesku lagi sambil terus memberontak. Yang lain mendorong pintu hingga mereka semua sekarang masuk ke kamarku. Aku pun melayaninya dengan senang. Ia di belakangku juga telanjang. Aku menggeleng menolak. Langsung mencabut penisnya dan buru-buru keluar kamarku. Biasanya sekitar 5 anak patungan uang belanja, biasanya sisa uang belanja diberikan padaku. Pintu gerbang kost ditutup dan dikunci. Siang itu aku dibiarkan istirahat total oleh anak-anak kost, tetapi malam harinya lagi-lagi perkosaan rame-rame mereka lakukan.




















