Aku melepaskan pagutanku, menarik jariku keluar dan bangkit berdiri. Semua kesan romantisme hilang dalam sekejap. Bokep Barat Tapi akhirnya kutekan pedal gas dan melajukan mobil menuju rumahku.“Well, home sweet home,” ucapku setelah menghentikan mobil di tepi trotoar. Mendesah dan mengerang. “Apa yang akan terjadi selanjutnya?” tanyaku lirih. Aku mundur selangkah, berusaha menghindarinya daripada melakukan hal yang tak pernah kusukai saat menyaksikan film-film blue atau mendengar cerita teman-temanku- bahkan membayangkan melakukannya saja selama ini membuatku ingin muntah. Canda itu membuat kami serasa sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Jangan bergerak. Ia balas menatapku. “Ahkk,” erangku. Justeru bulu kudukku meremang. “Ada yang salah?” tanyaku. “jangan buru-buru.” Ia benar-benar membuatku tak tahan saat ia menarik tali bra-nya yang lain. Tapi rasa jengkelku sudah hilang. Akhirnya, dengan rasa nyeri di ujung, batang kemaluanku melesak.




















