Mulai sore tersebut, akhirnya dengan berdebar-debar, selesailah semua
jam 12 malam.Fanny tentu saja tidak boleh pulang hingga malam tersebut, karena sebagai bagian Marketing diapun akan
mendapat share keuntungan 5 % dari nilai transaksi ini. Bokeb Kembali saya berusaha konsentrasi untuk mengeluarkan
semua isi “My Dick” saya. Dari remang-remang penerangan dari ruang sebelah sekarang nampaklah Fanny yang telanjang bulat dan
menakjubkan. Saya telpon ke rumah beliau, dan beliau perintahkan untuk melakukan
pengiriman barang jam 8 pagi besok di Rumah Sakit tempat beliau bekerja. Segera kami berdiri dan
merapikan baju, Fanny kekamar mandi membersihkan sisa-sisa sperma yang berleleran di vaginanya.Saya sekarang sendirian di ruang elektronik, lampu sudah saya hidupkan kembali, sambil merokok dan
menunggu Fanny kembali ke ruang ini, saya termangu-mangu. Saya pegang pinggulnya, saya tarik dan dorong tubuh Fanny, sesuai dengan arah
laju pinggul saya yang maju mundur.“Ekh..ekh..ekh”.terus menerus suara Fanny terdengar keenakan. Setelah 10 menit mendadak tangan Fanny
memegang sangat keras kedua tangan saya yang sedang memegang pinggulnya ‘Maaasssss..” Fanny menjerit
tertahan…pada saat yang bersamaan, vagina Fanny berdenyut-denyut keras“My Dick”




















