Codi Vore fully embraces everything about what it means to explore your sexuality. Bokep Thailand When she first discovered pornography through a university roommate, it opened up the world in ways she never thought possible. Although she’s been in the industry now for six years, she wholeheartedly told us during our interview that she’s still learning about her sexuality every step of the way. When it comes to what drives her libido, Codi explained that a lot of it has to do with some element of fetish. In fact, she didn’t even realize that she could be attracted to women until exploring one such fetish, which was a powerful and emotional moment for her. You could hear her voice breaking as she explained the profound impact it had on her life and sexuality going forward, and that moment really stuck with me. The entire interview was enlightening, especially when Codi shared more of her thoughts on female sexuality and the many misconceptions surrounding it. She shared her thoughts on female orgasms, pain around vaginal penetration, and shame attached to exploring and owning one’s sexuality. She was even open about how birth control can affect libido and how it affects HERS, which was truly humbling. But after the emotional ups and downs of the interview, Codi was finally ready to show us how she celebrates her bodily autonomy and sexuality. And now we’re going to share that celebration with you!
Sakitnya luar biasa!!! Merekapun setuju. Dia terkejut melihat kedatanganku.“Ada apa dek Mita? SIAPAPUN TOLONG AKU… AKU” Dengan suara serak ketakutan aku mencoba teriak sekencang mungkin berharap ada yang mendengar. Mungkin benar apa yang dikatakan pak Jun waktu itu, kalau aku memang ditakdirkan untuk dibunuh dan dijadikan makanan.********Malam itu aku lagi horni banget. Hatiku gak kuat untuk melakukan hal biadab seperti itu.“Ya sudah, mari saya bantu…” Dia lalu berdiri di belakangku, tangannya memegangi tanganku yang menggenggam pisau.Ku lihat gadis yang terikat itu meronta-ronta begitu pisau mendekati tubuhnya. Aku sendiri juga demikian, rasanya gimanaaaa gitu, mengasah pisau yang jelas-jelas kutahu akan dipergunakan untuk menyembelihku besok. Setidaknya makanannya cukup enak. Sesaat kemudian pisau itu ditempelkannya di leherku. Tidak!! Tapi entah kenapa aku juga horni. Setidaknya makanannya cukup enak. Apa yang akan dia lakukan!?“Sudah bangun ya? Ruangannya cukup besar. ughh… Mita sampeeeeeeee.. Mita emang sempurna bangeeet, hahahaha” ucap mereka.Pak Jun kemudian mengambil pisau dan mendekatiku.





















