Aku pun memasukkannya. Lalu kami bertegur sapa. Bokep Cina Kami mirip sepasang suami istri, mbak Dewi rasanya nggak menolak ketika tangannya aku gandeng.Mungkin karena barang bawaannya banyak. Dari kesukaannya, dari pengalaman hidupnya. Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. Gaun ini sangat mahal, hampir dua bulan uang sakuku habis. Dan mbak Dewi sepertinya adalah satu-satunya wanita yang menggerakkan hatiku. Mbak Dewi menjulurkan lidahnya. Aku menciumi bibirnya, melumatnya, dan menghisap ludahnya. Tercium bau harum parfumnya.“Kamu sudah punya pacar Wan?”, tanya mbak Dewi.“Nggak punya mbak”“Koq bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?”“Saya aja yang nggak tertarik ama mereka”“Lha koq aneh? Ia tinggal sendirian bersama kedua anaknya, semenjak suaminya meninggal ketika aku masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Hari itu juga jantungku berdebar. Sukses?”“Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Aku mengangguk.Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Dewi sekolah. Aku baru keluar dari kamar mandi.




















