A teacher, Lauren Phillips, arrives to supervise two students in detention. She is shocked to see that the troublesome students, Leana Lovings and Aften Opal, are dancing around without a care in the world. Bokep Lauren demands that they stop, finding the whole thing to be completely disrespectful. Only homework and studying can be done during detention! However, the students cheekily say they’re not breaking any rules, because they’re taking a dance class this semester. Lauren is unhappy that the students are exploiting a loophole, but finds herself unable to argue. However, she says she’ll be watching the students to make sure they don’t push things any further… The students resume dancing, and decide to mess with Lauren even further. Leana and Aften start dancing in increasingly sexy ways, while Lauren helplessly sputters that this can’t POSSIBLY be what they’re learning in dance class. Lauren tries to stop the dancing, accidentally touching the students’ boobs in the process. Wanting to mess with Lauren some MORE, the students act shocked and indignant. The scandalous students say that if Lauren wants them to forget about her ‘awful’ behavior, she needs to make it up to them somehow. Lauren begrudgingly agrees, and the students have her take part in their sexy dancing… and more!
Saya beranikan diri menghampiri Juragan. Aahh jangan!!Seperti kesetrum saya waktu itil saya ditowel dan dikocok jarijari Juragan. Dan sekarang saya dikenal juga sebagai Denok yang susunya montok, pantatnya sintal, goyangannya mantap. Dan badan saya gerak sendiri, naikturun sambil masih tersodok kontolnya.Aah! tanya supir yang di depan saya.Saya ngangguk. Saya janji akan kembalikan secepatnya.Eh, kok Juragan langsung mengantongi segepok uang yang tadi dia hitunghitung.Denok, kata beliau dengan dingin, Aku ini pedagang, bukan tukang ngasih utang. Minta ampun sakitnya. kata saya, sambil merasa jarijari Juragan memenceti sepasang tetek saya. Haduh, tampang saya pasti sudah ndak karuan. Rasanya ada sesuatu yang mau keluar dari dalam badan saya Saya takut. Di bawah, di depan toko mulai ramai. Kamar tidurnya. Beliau menarik badan saya mendekat ke badannya, sampai pipi saya nempel di samping dadanya yang gemuk.Ihh?! Kalau jualan, saya ndak punya apaapa, mesti jual apa?Tapi lantas tatapan Juragan kok berubah jadi aneh Beliau mendekati saya dan merangkul saya. Kok begini jadinya?





















