“Nih, rokok.”
Chie menyambar bungkus Marlboro di tanganku dan membuangnya ke sudut ruangan. Dan itulah yang membuatku tertawa. Video bokep japan Itulah Chie. Aku juga seperti dia.Seperti Jay. Sibuk memburu keperawanan bidadari-bidadari lugu. Di sebelahku, Jay menikmati kepulan asap rokoknya yang membuyar di balik dedaunan pohon yang mengelilingi kami.Surabaya, pertengahan Mei 1999Kupeluk tubuh itu erat-erat. Bahkan aku pun tidak tahu? terima kasih,” suaranya terdengar sendu, “Kamu?”
“Aku sudah menimbang-nimbang,” jawabku. “Aku hanya bertanya,” kata Chie. Kugigit bibirnya, merasakan kepalanya yang terangkat dan cengkeraman kuku-kukunya di kulit punggungku. Dari sudut mataku, kulihat gadis itu meringkuk di jok belakang. Kurasakan otot-ototku menegang dalam kenikmatan yang kurasakan. “Kenapa tidak terus, Ray?”
“Aku… aku akan membiarkanmu dalam dosa-dosamu.”Kulangkahkan kakiku meninggalkannya. “Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. Di dalam saja!” Mama Chie memanggilku masuk.




















