Matanya terpejam rapat manakala bibirku merayap turun kelahernya. Bokep Mama croot.. Dan berlahan Lasmi semakin menekuk tubuhnya dan terlentang keatas dipan bambu. Tegang dan keras sekali.“Sayang…” Demikian bisiknya lirih di telingaku ketika tanganku pelan menyibakkan rok seragam biru milikya sedikit naik. Lumayan, tidak hitam-hitam amat demikian pikirku manakala ekor mataku menelusuri kakinya.Begitulah, sering aku menggodanya dan nampaknya dia suka. Seperti ada sesuatu yang akan keluar aku percepat gerakan pantatku naik-turun. Ulangan Fisika pada jam pertama dengan pak Anton sang guru killer dimana tak ada ampun bagi yang tidak masuk pelajarannya tanpa surat keterangan apalagi saat ulangan sudah tidak aku pikirkan.Aku rentangkan lutut Lasmi biar pinggulku sedikit leluasa menindih tubuhnya. Aku memeluknya dan desah napas kami yang semula menderu-deru berlahan-lahan mulai teratur.“Pah, dah siang loh, aku tidak mau bolos lagi,” Lasmi mengingatkanku sambil tersenyum.Lalu aku kecup bibirnya dan tampak di leher belakang telinganya membekas gigitanku.




















