Dan mulai pagi itu kehidupan kami mulai berubah seperti pengantin baru pada umumnya.Sehabis jam kantor, ku arahkan mobilku langsung pulang. “nggak apa-apa,…….kalo gue tidur ama lo, entar kesannya gimana gitu” kataku sambil mengusap mata“gue buatin kopi mau nggak?” tanya Nadia“nggak, nggak usah gue bisa buat sendiri kok” jiwaku“udah, nih…” ujar Nadia sambil menyodorkan secangkir kopi kepadaku, setelah itu dia duduk tepat disampingku, sangat dekat hingga paha kami berdua bersentuhan. Bokep SMA Ida menarik kepalaku mendekati vaginanya yang sudah basah sedari tadi. Kali ini Nadia hanya terpana melihat adegan di film itu. Dan mulai pagi itu kehidupan kami mulai berubah seperti pengantin baru pada umumnya.Sehabis jam kantor, ku arahkan mobilku langsung pulang. Nadia langsung menarik tanganku dan menggengam jemariku erat-erat. Semua yang selama ini tertutup kain baju ataupun celana sekarang jelas terlihat dihadapanku, pinggul ida lumayan besar, pantatnya montok dan yang membuatku sangat bahagia dalah vaginanya yang tidak memiliki bulu sedikitpun.“sering cukur neng?” tanyaku
“nggak juga sih,..gak tau kenapa,, bulunya lama numbuh” jawab




















