Suatu hari setibanya di rumah dari tempatku senam, supirku tanpa kuduga memperkosaku.Seperti biasanya sesudah sampai rumah saya langsung masuk ke dalam rumah. jangan.. Film Porno tapi itu waktu jam kerja. ampun Ntoooo..” rintihku panjang dengan tubuh yang mengejang-ngejang menahan geli yang menggelitik bercampur nikmat yang luar biasa rasanya saat itu.Lalu kurasakan tangannya pun mulai rebutan dengan bibirnya. Saya sudah bilang cepat keluar!” bentakku lagi dengan mata melotot.“Silahkan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu!” ucapnya dengan matanya menatap tajam padaku.Sepintas kulihat celah jendela yang berada di sampingku dan ternyata memang hujan sedang turun dengan lebat. jangan!” ucapku berulang-ulang dengan nada terbata-bata mencoba mengingatkan pikirannya.Tapi Anto tak memperdulikan perkataanku, sebaliknya dengan senyum penuh nafsu ia terus saja meraba-raba pahaku.“Ouh.. Lalu kurasakan pergelangan kaki kananku dililitnya dengan tali. kiit..!” jeritku keras-keras menahan ngilu yang amat sangat sampai-sampai terasa duburku berdenyut-denyut menahan ngilunya.Akhirnya batang kontol supirku tenggelam hingga dalam dibalut oleh lorong kemaluanku dan terhimpit oleh bibir memekku.




















