Finally!” sahutnya dengan bernafas panjang setelah empat puluh menitan bekerja keras.“Udah Lix? Kulucuti celananya tanpa menghiraukan reaksinya yang malu-malu, terutama ketika akan kubuka celana dalamnya.“Iihh.. Bokep Sumpah enak banget tadi itu Ci!” katanya di dekat wajahku.“Itu tadi baru pemanasannya, sayang, kita masih belum beres,” kataku sambil membelai lembut rambutnya.“Yuk, sekarang nyusu aja dulu sambil istirahat,” suruhku memberi syarat padanya untuk melumat payudaraku.“Gua isep sekarang yah Ci” katanya dengan kedua tangan sudah mencaplok sepasang payudaraku.Aku mendesis dan tubuhku menegang merasakan mulut Felix mulai beraksi di payudaraku. Ci.. Nakal lu yah.. Bahkan pernah dia mengutarakan perasaannya padaku, namun sayang aku harus menolaknya dengan halus, karena aku belum siap mendapatkan pacar lagi sejak hubungan cintaku di masa lalu kandas tiga kali.Kami tetap berteman baik hingga kini. Terus!!” desahku sesekali menggigit bibir bawah.Lagi enak-enaknya terbuai tiba-tiba HP-ku berbunyi, sehingga Felix berhenti sejenak melihat asal suara.“HP lu tuh Ci, mau diangkat?” tanyanya.“Udah ah biarin aja..




















