Ga ada empati sedikitpun sama orang kantor ! Ide tiba2 muncul, aku membuka laci front office untuk melihat data nomer telpon pegawai.SIAL ! Bokep JAV SIAL! Nadya tidak menimpali jawabanku. tanyaku berbasa basi. Ahhhhh. Aku mencium keningnya. Dan bodohnya tiba2 aku terjatuh tersangkut pojokan meja. Dia sudah bisa berkomunikasi dengan akrab, dan sinisnya makin lama menghilang. Nad
ya. Yang membedakannya denganku dan beberapa teman lainnya adalah, Nadya lulusan universitas kenamaan di Amerika Serikat, dengan prestasi cum laude. Berharap telpon tidak rusak. Lagi2 sial. Ga ada empati sedikitpun sama orang kantor ! Ahhhhh. Lanjut Nadya
Dia baik banget, sampe pada akhirnya aku diundang ke pesta di asramanya Pestanya rame, dan ternyata minumannya beralkohol semua. Waduh. Bibir Nadya sungguh hangat. Aku dan Nadya berbicara tentang banyak hal. Nadya menjelaskan situasinya ke pamannya. Dia membanting kacamatanya dan mulai menangis sesenggukan. Tiba2 entah siapa yang memulai, kami memajukan kepala kami masing2 dan berciuman. Nadya meledak. Desain pintu yang kuat agar kantor aman ternyata menjebak kami di kantorAku










