Zet menunjuk ke arah susu gadis itu, artinya dia ingin aku menyicipinya. Air mata nya bercucuran lebih deras daripada yang tadi. Bokep Montok “Aaaarrrrgggghhhhh!!!!!!!….”, teriaknya keras merasakan penisku menyobek dinding vaginanya. Gadis itu masih belum bisa menerima keadaan, ia masih berusaha meronta-ronta, walaupun ia tahu itu percuma, ikatan di tangannya cukup kuat, tubuh kecilnya tak akan mampu melawan.Zet lalu berkata sesuatu pada Abdul, sepertinya mereka ingin aku yang duluan. Aku menikmatinya, “Ooh, inikah surga dunia yang selama ini tidak pernah kurasakan…”, pikirku dalam hati.Aku mulai menggenjotnya perlahan.Aku seorang yang taat, aku tidak pernah menyentuh rokok, minuman keras apalagi wanita. Seperti dia sudah tidak tahan ingin menikmati gadis ini. Namun kian hari aku kian terjerumus, mungkin karena komunitas ini, komunitas yang sedang aku manfaatkan hanya untuk membalaskan dendamku.Aku juga tidak mengerti dengan pemikiranku, dendam leluhurku menjadi dendam turunan bagiku. Tubuhnya bergetar ketika kugenjot. Terlanjur sudah, apalagi Abdul dan Zet akan curiga kalau aku tidak menyiksa gadis ini.Sejenak aku masih memikirkan perasaan istriku,




















