“Akan ada hadiah untukmu.”“Apa itu?” tanyanya. Vidio Porno Yah, kuceriterakan. Dewi dan Fenny memandikanku. Selama ini kami tidak pernah merasa perlu berbagi kegembiraan. “Akan ada saatnya hadiah baru lagi. Nafsunya yang besar itu seperti tak ada habisnya. Mataku menatap langit-langit diiringi derai tawa keempat wanita cantik nan bahenol itu. Kami berpagutan erat sementara tubuh Fenny yang masih menyatu dengan tubuhku terus menggeletar menggapai sisa-sisa kenikmatan. He.. Sesuatu yang indah dan nikmat itu kalau dibagi-bagi akan menjadi lebih indah dan nikmat.”
“Betul kata Yen”, tambah Mei.“Tapi malam ini milik aku dan Yen, kan? Fenny sampai menjerit-jerit tuh. Beberapa detik kemudian ada SMS masuk lagi.“Pilih aja yang Kho Ardy suka.”Aku tak dapat lagi berkonsentrasi pada makan siangku. Dadanya menonjol ke depan, membusung dan dengan indahnya menyembul dari BH yang kecil. Wajah Dewi dan Fenny terlihat sayu karena kurang tidur tetapi jelas berbinar-binar karena kepuasan yang telah mereka peroleh.“Kho Ardy”, kata Yen.




















