“Janji ya, Mas..!”, ujarnya lagi. Bokep Mama Jari telunjukku membelai-belai sejumput daging kecil di dalam lepitan celahnya, sehingga Eksantipun semakin merasakan nikmat semata.“Kamu mau mencium kejantananku nggak, Santi?”, tanyaku tanpa malu-malu lagi. Blazer kerjanya telah ia lepas, dan ditenteng bersama tas kerjanya. Tungkainya panjang serta pahanya bulat dan mulus. “Tapi janji Mas yaa.., cuma yang ini aja”, katanya lagi. Rambutnya yang basah semakin menambah keerotisan wajahnya.Dengan perlahan tanganku menangkap payudaranya dan mengusap, meremas kuat. Mungkin, ketika bersama Yoga, dia jarang mendengar permintaan yang terlalu to the point begitu. Sambil berbaring Eksanti membuka pengait bra di punggungnya. “Mas ‘kan sudah janji untuk tidak melakukannya, ‘kan?”, tiba-tiba Eksanti berbicara. Eksanti duduk sambil bersandar dengan kedua tangan di belakang untuk menahan tubuhnya. Aku meraup semuanya, sampai-sampai Eksanti merasa agak kesakitan. Aku merasa kesulitan untuk memasukkan batang batang kejantananku ke dalam liang kewanitaan Eksanti, karena kejantananku yang terus-terusan basah terkena air shower.Akhirnya, aku mengangkat tubuh Eksanti ke luar dari kamar mandi.




















