“Yang hot ya..?” pintaku, Lia tersenyum malu-malu.Aku kembali ke belakang kamera. Bokep STW Lagian pengukur cahaya dengan sistem matrix yang sudah built-up di kameraku sudah cukup akurat.Aku suka sekali saat Lia membelakangi kamera, wajahnya menoleh sambil tersenyum manis, kakinya naik ke atas sofa, tanganya memeluk sandaran. Doi merapatkan kedua pahanya agar kami tidak dapat melihat lagi vaginanya. Melihat adegan tersebut, aku jadi sirik. Sesaat kemudian Lia menaruh tangannya ke belakang untuk melepaskan kaitan BH-nya. Aku perlu waktu sekian detik untuk meluruskan kembali pikiranku yang sudah ngeres banget. Aku tidak menyangka ternyata cepat juga klimaksnya. Kedua tangannya tetap mengangkat sambil memainkan rambutnya, lalu ia sedikit menggeliat. Lampu sorot dan pemandangan tubuh Lia membuatku dan Ivan berkeringat. Aku langsung mengambil beberapa close-up ke arah tersebut. Rambut pendek sebahu dengan potongan bob, leher panjang, mengenakan cardigan warna ungu muda, dalaman Kamisol warna putih berbahu rendah hingga kulit lehernya yang putih membuatku geregetan ingin menciumnya.




















