“Eit…jangan dibuang gitu aja dong, mubazir !” kata Pak Kahar sambil menangkap pergelangan tangan Ivana “Nih…diminum dong, sehat kok bergizi !” dia mengelap sperma pada hidung Ivana dengan jarinya lalu menyodorkannya ke mulutnya.Ivana menggeleng dengan mulut tertutup, tiba-tiba sebuah sodokan keras menghujamnya dari belakang. XNXX Jepang Pak Kahar mengeluarkan benda itu dari tasnya, yang menghubungi adalah ayahnya, Pak Heryawan. “Bening banget nih si Non ini, duh saya jadi kesengsem berat” kata Pak Kahar.Mereka semakin mendekati Ivana sehingga jantungnya makin berdebar-debar, belum lagi melihat kemaluan mereka yang telah mengacung tegak itu. Seperti halnya ruang Pak Dahlan, kajur arsitektur, jendela ruangan itu juga bertirai dan mempunyai lubang angin diatasnya. “Tenang Non, ini diluar perkiraan kita, dia baru tau skandal Non aja, sekarang Non nurut aja ke saya, kalo Non macem-macem bisa-bisa skandal bapak Non bocor juga !” Imron membujuk Ivana. supaya biasa nantinya !” perintah Imron dari belakang.




















